Multi-Colored Light Pointer

Rabu, 23 September 2015

Tugas 3 Kimia Organik

Soal !


1.     Gambarkan struktur Fisher dari isomer:
a.       L-aldoheksosa
b.       L-ketoheksosa
2.   Gambarkan struktur Howard dari isomer:
a.       Beta-L-aldoheksosa
b.       Beta-L-ketoheksosa


Jawab:

1. a. L-aldoheksosa


  • L-Allosa

  • L-Altrosa


  • L-Glukosa
  • L-Gulosa


  • L-Mannosa



  • L-Idosa



  • L-Galaktosa


  •  L-Talosa


b. L-ketoheksosa

  • L-Psikosa

  •  L-Fruktosa


  •  L-Sorbosa


  •  L-Tagatosa



2. a. ß  – L – aldoheksosa
  • ß - L - allosa

  • ß - L - altrosa
  • ß - L - glukosa
  • ß - L - gulosa
  • ß - L - mannosa
  • ß - L - idosa

  • ß - L - galaktosa
  • ß - L - talosa
  • b. ß - L - ketoheksosa
    • ß - L - psikosa

    • ß - L - fruktosa

    • ß - L - sorbosa

    • ß - L - tagatosa



    Rabu, 29 Juli 2015

    Tugas 2 Kimia Organik

    MINYAK KELAPA SAWIT




    Minyak sawit atau minyak kelapa sawit adalah minyak nabati edibel yang didapatkan dari mesocarp buah pohon kelapa sawit, umumnya dari spesies Elaeis guineensis, dan sedikit dari spesies Elaeis oleifera dan Attalea maripa.

    - Komponen penyusun dalam minyak kelapa sawit
       
    Minyak kelapa sawit merupakan senyawa yang tidak larut dalam air, sedangkan komponen penyusun utamanya adalah trigliserida dan nontrigliserida.

    Buah sawit terdiri dari pericarp yang terbungkus oleh exocarp atau kulit, mesocarp dan endocarp (cangkang) yang membungkus inti (kernel). Inti memiliki testa atau kulit, endosperm yang padat dan sebuah embrio.

    Komposisi minyak kelapa sawit : Tiap 100 g buah kelapa sawit mengandung H2O 26,2 g, protein 1,9 g, lemak 58,4 g, total karbohidrat 12,5 g, serat 3,2 g, abu 1,0 g, mineral Ca, P, Fe, beta karoten, vitamin riboflavin dan sedikit thiamin.

    Komposisi lemak : Miristat 0,5 - 5,9%, palmiat 32,3 - 47,0%, stearat 1,0 - 8,5%, oleat 39,8 - 52,4%, linoleodiolein 6 - 8% dan banyak mengandung gliserida jenuh seperti tripalmitin dan dipalmitostearin 6 - 8%.

    Komposisi dan sifat minyak sawit

    Minyak dan lemak terdiri dari gliserida campuran yang merupakan ester dari gliserol dan asam lemak rantai panjang. Minyak dan lemak dalam bentuk umum tak berbeda trigliseridanya hanya berbeda dalam bentuk wujudnya. Minyak bentuknya cair, lemak bentuknya padatan. Trigliserida adalah senyawa kimia yang terdiri dari ikatan gliserol dengan 3 molekul asam lemak. Asam lemak dapat berasal dari tipe yang sama maupun berbeda. Sifat trigliserida tergantung pada perbedaan asam lemak yang membentuk trigliserida. Perbedaan asam lemak tergantung pada panjang rantai C dan kejenuhannya.

    Reaksi pembentukan trigliserida dari asam lemak adalah sbb:

    CH2 – OH         +          R1 – COOH                 CH2 – OCOR1
    CH – OH          +          R2 – COOH      ↔       CH – OCOR2                +          3 H2O
    CH2 – OH         +          R3 – COOH                 CH2 – OCOR3

    Gliserol                        asam lemak                  trigliserida                                   air

    Asam lemak rantai C pendek titik leleh (melting point) lebih rendah dan lebih mudah larut dalam air. Semakin panjang rantai C asam lemak menyebabkan titik leleh lebih tinggi. Titik leleh juga tergantung pada tingkat ketidakjenuhan. Asam yang tidak jenuh mempunyai titik leleh lebih rendah dibanding dengan asam lemak jenuh dengan panjang rantai C sama.

    Dua jenis asam lemak paling dominat dalam minyak sawit adalah asam palmitat C16:0 (jenuh) dan asam oleat C18:1 (tak jenuh). Komposisi asam lemak dalam minyak sawit pada umumnya sbb:

    * C12:0           laurat              0,2%

    (Asam laurat / asam dodekanoat)
    Gambar

              CH3(CH2)10COOH

    * C14:0               miristat           1,1%

    (Asam miristat / asam tetradekanoat)

    Hasil gambar untuk asam miristat 

                 CH3(CH2)12COOH


    * C16:0               palmitat          44,0%

    (Asam palmitat / asam heksadekanoat)

    Gambar

                       CH3(CH2)14COOH


    * C18:0               stearat             4,5%

    (Asam stearat / asam oktadekanoat)

    Gambar
                               CH3(CH2)16COOH


    * C18:1               oleat                39,2%

    (Asam oleat / asam Z-Δ9-oktadekenoat)

    Hasil gambar untuk ASAM oleat

         CH3(CH2)7CHCH(CH2)7)COOH

    * C18:2               linoleat            10,1%

    (Asam linoleat)

    Asam linoleat, klik untuk struktur 3D

                           9, 12-oktadekadienoat

                            Lainnya            0,9%

    Trigliserida atau minyak jika dihidrolisis akan menghasilkan 3 molekul asam lemak dan 1 molekul gliserol, reaksinya merupakan kebalikan reaksi pembentukan trigliserida.

    CH2 – OCOR1                                                   CH2 – OH
    CH – OCOR2                +          H2O      ↔       CH – OCOR2                +          R1COOH
    CH2 – OCOR3                                                   CH2 – OCOR3
    trigliserida                                  air                      digliserida                                 FFA

    Gliserida dalam minyak bukanlah gliserida sederhana tetapi merupakan campuran, yaitu molekul gliserol berikatan dengan berbagai asam lemak yang berbeda. Asam lemak yang bebas (free fatty acid, FFA) hanya dalam jumlah kecil, sebagian besar terikat sebagai ester dengan gliserol. Trigeliserida dapat berbentuk padat atau cair tergantung dari asam lemak penyusunnya. Trigliserida akan berbentuk cair jika mengandung sejumlah besar asam lemak tak jenuh yang titik cairnya rendah. Asam lemak rantai atom C1 - 8 berbentuk cair, C lebih dari bentuknya semipadat dan padat. Minyak sawit adalah minyak nabati semipadat. Warna minyak ditentukan oleh adanya pigmen, yaitu beta karoten yang merupakan bahan provitamin A.

    Perubahan kimia selama proses pengolahan kelapa sawit

    Proses pengolahan buah kelapa sawit terdiri dari : Penerimaan buah (reception), perebusan (sterilisation), pemipilan (thresher), pressing, pemurnian (clarification). Pengolahan dilakukan di masing-masing stasium pengolahan. Proses dimulai dari tandan buah segar (TBS) yang datang dari kebun dan diterima di stasiun penerimaan. Disini buah disortir dan ditimbang. Buah sawit yang tidak segera diolah akan menghasilkan minyak dengan kadar asam lemak bebas yang tinggi. Hal ini disebabkan karena minyak camour air yang ada dalam buah, dibantu oleh enzim yang masih aktif, dapat terjadi hidrolisis lemak menjadi asam lemak bebas. Hidrolisis lemak juga dapat terjadi pada proses sterilisasi/perbusan, serta pada penyimpanan minyak mentah. Adanya air yang masih ada pada minyak mentah dapat menyebabkan hidrolisis lemak/minyak. Oksidasi lemak juga mungkin terjadi karena adanya oksigen. Adanya tocoferol dalam minyak sawit dapat bersifat sebagai antioksidan yang dapat menghambat oksidasi minyak. 


    Daftar Pustaka : http://longgo19th.blogspot.com/2010/11/komponen-kimia-dalam-minyak-sawit.html

    Jumat, 03 Juli 2015

    Tugas 1 Kimia Organik

    Tugas 1 Kimia Organik

    1. Berikan penjelasan mengapa molekul di bawah ini bersifat polar atau non polar    

        a. F2    b. H2O    c. HF

    2. Tuliskan 5 golongan senyawa/molekul utama yang menyusun material/zat alamiah dan sintesis


    3. Tuliskan fungsi dari setiap golongan senyawa/molekul pada soal nomor 2 bagi tubuh manusia.


    4. Berikan penjelasan bagaimana hubungan antara manusia dan tumbuhan ditunjau dari molekul dibawah ini :

        a. Oksigen dan karbondioksida
        b. Glukosa (karbohidrat)


    5. Gambarkan stuktur molekul asam karboksilat berikut ini :
        a. Asam heksanoat
        b. asam 2-kloro-3-metil pentanoat
        c. Asam 4-amin0-3,3-dimetil-oktanoat.


    6. Telusuri jenis asam karboksilat yang ada pada :
        a. Jeruk nipis
        b. kambing
        c. keringat manusia
        d. Semut


    Jawaban:

     1. a. F2
    Senyawa F2 merupakan senyawa non polar. Disebabkan karena:
    - Senyawa F2 merupakan senyawa biner dwiatom yang berarti perbedaan  keelektronegatifannya sama (=0), dan
    - Kedua inti atom memiliki kemampuan yang sama untuk menarik elektron ke arah dirinya, sehingga elektron ikatan akan terdistribusi secara merata diantara kedua inti akibatnya tidak memiliki kutub (+) dan kutub (-).

    b. H2O

    Senyawa H2O merupakan senyawa polar. Disebabkan karena:
    - Atom O sebagai atom pusat memiliki pasangan elektron bebas,
    - Dapat larut dalam air dan pelarut polar lainnya,
    - Memiliki kutub (+) dan kutub (-), akibat dari tidak meratanya distribusi elektron.

    c. HF

    Senyawa HF merupakan senyawa polar. Disebabkan karena:
    Dalam senyawa HF, F mempunyai keelektronegatifan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan H, sehingga pasangan elektron lebih tertarik ke arah F, akibatnya akan terjadi pengkutuban (terbentuknya kutub antara H dan F).

    2. 5 golongan senyawa/molekul utama yang menyusun material/zat alamiah dan sintesis, yaitu:
    a. Karbohidrat/glukosa 
    b. Protein
    c. Lemak/lipid
    d. Air
    e. Mineral

    3. a. Karbohidrat/glukosa
            Fungsi karbohidrat bagi tubuh manusia, diantaranya:
        Berperan penting dalam proses metabolisme atau proses yang berfungsi sebagai penyeimbang asam dan basa di dalam tubuh, serta proses untuk membentuk jaringan sel, struktur dan juga organ-organ dalam tubuh.

         b. Protein
             Fungsi protein bagi tubuh manusia, diantaranya:
             - Sebagai salah satu sumber energi bagi manusia
             - Pembuat sel atau jaringan baru
             - Sebagai zat pembangun tubuh

          c. Lemak/lipid
              Fungsi lemak bagi tubuh manusia, diantaranya:
              - Mengatur suhu di dalam tubuh 
              - Sebagai cadangan energi
      
           d. Air
               Fungsi air bagi tubuh manusia, diantaranya:
               - Pembentuk sel dan cairan tubuh
               - Pengatur suhu tubuh
               - Pelarut zat-zat gizi lain dan pembantu proses pencernaan

            e. Mineral
                Fungsi mineral bagi tubuh, diantaranya:
                - Sebagai proses metabolisme tubuh
                - Sebagai komponen utama tubuh atau penyusun kerangka tulang
                - Sebagai struktur sel atau jaringan

    4. a. Oksigen dan Karbondioksida
       Hubungan antara manusia dan tumbuhan ditinjau dari molekul Oksigen dan Karbondioksida adalah tumbuhan yang memerlukan karbondioksida untuk proses fotosintesis, sedangkan manusia mengeluarkan karbondioksida, karbondioksida yang dikeluarkan manusia itulah yang digunakan tumbuhan untuk proses fotosintesis. Lalu, tumbuhan yang mengeluarkan karbohidrat dan oksigen hasil dari proses fotosintesis, dan kemudian oksigen digunakan oleh manusia, ini berlangsung secara terus berulang-ulang.

        b.Glukosa (karbohidrat)
         Hubungan antara manusia dan tumbuhan ditinjau dari molekul glukoss (karbohidrat) adalah tumbuhan dalam proses fotosintesinya menghasilkan karbohidrat dan oksigen, sesuai dengan reaksi dibawah ini: 

                                                          H2O + CO2 à C6H12O6 + O2
                                                                                       karbohidrat 

              Dari hasil fotosintesis terbentuk polisakarida yang menyebabkan tumbuhan semakin besar. Pada tumbuhan, manusia hanya dapat mengomsumsi buahnya saja karena manusia hanya memiliki enzim amilase yang hanya dapat mengolah karbohidrat dalam bentuk amilosa.Maka hubungannya adalah, karbohidrat yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk dikomsumsi oleh manusia.

    5. a. Asam heksanoat



    b. asam 2-kloro-3-metil pentanoat


    c. asam 4-amino-3,3-dimetil oktanoat


                                  
    6. a. Jeruk nipis
      Kandungan asam karboksilat pada jeruk nipis yaitu  asam 2-hidroksi-1,2,3-propanatrikarboksilat (asam sitrat)

         b. Kambing
             Kandungan asam karboksilat pada kambing yaitu asam heksanoat (asam kaproat)
      
          c. Keringat manusia
              Kandungan asam karboksilat pada keringat manusia yaitu asam propanoat

           d. Semut
               Kandungan asam karboksilat pada semut yaitu asam metanoat (asam formiat)